Senin, 10 Juni 2013

CORETAN



AKHIR HIDUP
Ribuan pulau
Datang untuk menjerit
Dari hambaran penuh gundah, penuh risau
Udara berkabung hitam pekat                                                
Angin menggumpal seraya menderu
Darah-darah berceceran jatuh dari langit
Seraya seakan berontak ingin mengadu
Hutan tumbuh dengan berungut
Seakan tidak ikhlas hanya sebagai bumbu
Dari tangan kotor manusia cacat
Alam beringas memuntahkan keganasan yang menjadi kacau
Dentuman suara dalam terdengar
Menggelegar urat-urat
Hanya hitungan detik
Semua berubah seperti akhirat




KEKASIH RAKYAT

Kata-kata yang mungkin dicerna
Sarat akan makna penuh dengan arti
Mungkin aku bisa menjeratmu dengan rasa benci
Ataukah kau pantas untuk dibahagiakan

    Pantaskah kami kau peluk dengan rasa cinta
Masihkah kau temukan wujudmu dari hati
Masih pantaskah dirimu di akui
Tak perlu lagi ada pertengkaran

Kekasih rakyat yang mengombang-ambingkan harta
Jangan kau ambil sesuatu yang indah dari diri kami
Jangan kau khianati kata-kata cinta dari diri kami
Sungguh kami ingin seperti yang diharapakan